Sebenarnya Apa Itu Bintang? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya

Pemandangan langit malam yang bertabur bintang, selalu menjadi favorit banyak orang. Kelap kelip cahaya dari bintang inilah yang menarik perhatian banyak orang. Namun tahukah Anda sebenarnya apa itu bintang? Jika masih penasaran, simak disini!

Pengertian Bintang

apa itu bintang

Bintang adalah benda-benda langit yang memancarkan cahaya. Jadi, setiap benda yang memancarkan cahaya disebut dengan bintang. Ada yang disebut dengan bintang nyata, yaitu bintang yang memancarkan cahayanya sendiri, contohnya seperti matahari.

Kebalikan dari bintang nyata, ada bintang semu. Apa itu bintang semu? Bintang semu adalah bintang yang tidak memancarkan cahayanya sendiri, namun memantulkan cahaya dari bintang lain, misalnya seperti bulan. Bulan termasuk dalam bintang semu karena memantulkan cahaya dari matahari.

Istilah bintang sendiri, digunakan untuk merujuk pada benda langit yang memancarkan cahaya sendiri atau bintang nyata. Jadi, bintang merupakan objek yang memiliki massa sekitar 0.08 hingga 200 kali dari massa Matahari yang pernah melaksanakan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

Sejarah Bintang

bintang terbentuk dari apa

Ilmu mengenai perbintangan ini sudah ada semenjak zaman Mesir Kuno. Pada masa tersebut, ilmu ini masih kental dengan mitos serta kepercayaan tahayul. Pada masa ini, bumi juga masih dianggap sebagai pusat dari peredaran tata surya.

Ilmu mengenai formasi atau rasi bintang juga masih dianggap sebagai penunjuk suatu kejadian. Rasi bintang adalah formasi bintang yang disamakan bentuknya dengan hewan atau bentuk-bentuk lainnya. Rasi ini biasanya digunakan untuk meramal nasib seseorang.

Bintang yang memiliki cahaya sangat terang bahkan dianggap sebagai pertanda lahirnya pemimpin dunia. Warisan ini sampai sekarang masih tersisa, yaitu meramal nasib melalui bulan serta tanggal lahir menggunakan rasi bintang zodiak.

Rasi bintang zodiak ada 12 yang sudah dikenal, dan ditambah satu lagi yaitu Ophiuchus atau pawang ular yang muncul pada 29 November hingga 18 Desember. Rasi bintang lainnya yang cukup terkenal adalah rasi bintang crux atau rasi salib.

Orang Jawa menyebutnya sebagai gubuk menceng, yang menunjukkan arah selatan dan bisa digunakan sebagai penunjuk arah ketika tersesat.  Bentuk rasi ini mirip seperti layang-layang.

Proses Terbentuknya Bintang

macam macam bintang

Bintang terbentuk melalui tahapan tertentu. Pada awalnya, bintang dibentuk karena adanya ketidakstabilan gravitasi yang terjadi pada awan molekul. Ketidakstabilan ini terjadi karena adanya gelombang supernova yang diakibatkan dari benturan pada dua galaksi.

Awan molekul yang awalnya mempunyai massa ribuan kali dari Matahari ini, selanjutnya runtuh karena ketidakstabilan dan disebabkan gaya gravitasinya. Bintang akan terbentuk secara berkelompok, dan kerapatan bintang tersebut akan semakin bertambah.

Energi gravitasi selanjutnya diubah menjadi energi panas yang bisa meningkatkan temperatur. Jika ketidakseimbangan pada hidrostatik terjadi, maka terbentuklah suatu probo bintang pada intinya. Suhu pada protobintang ini bisa terus meningkat hingga 10 juta kelvin.

Reaksi termonuklir terjadi pada inti karena dipicu oleh helium, yang berasal dari hydrogen. Proses ini berlangsung sangat lama, bahkan hingga puluhan juta tahun. Bintang akan mati jika kandungan hydrogen yang terdapat pada inti bintang habis.

Selanjutnya, bintang ini akan menjadi kecil dan melepaskan energi panas dan membuat lapisan teluar bintang menjadi panas. Pada lapisan luar terkandung banyak hydrogen yang selanjutnya mengembang serta berubah warna menjadi merah, yaitu bintang super merah, lalu menjadi nova dan hancur.

Ciri-ciri Bintang

Bintang mempunyai ciri tersendiri, sehingga tidak semua benda yang ada di langit bisa dikatakan bintang. Ciri-ciri bintang tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

bentuk bintang

  1. Ukuran pada Bintang

Bintang, jika dilihat dari Bumi dengan mata telanjang, akan tampak seperti titik-titik kecil, kecuali matahari. Hal ini disebabkan jarak antara Bumi dengan bintang-bintang tersebut sangat jauh, dan yang paling dekat adalah jarak dengan matahari, sehingga matahari terlihat paling besar.

Ukuran bintang sebenarnya sangatlah besar serta bermacam-macam. Ada bintang yang berukuran 20 sampai dengan 40 km, dan ada juga bintang yang memiliki ukuran hingga 900 km.

  1. Massa pada Bintang

Jika ukuran pada masing-masing bintang memiliki beberapa variasi, maka massa bintang juga begitu. Massa dari benda yang dikatakan bintang ini berkisar antara 0,08 sampai dengan 200 kali dari massa Matahari.

Berkaitan dengan massa bintang sendiri, ada yang disebut dengan bintang Eta Carinae. Apa itu bintang Eta Carinae? Ini merupakan bintang dengan massa yang paling besar. Massa bintang Eta Carinae bisa mencapai 100 atau bahkan 150 kali dari massa Matahari.

  1. Komposisi

Pada Galaksi Bimasakti bintang-bintang yang terdapat di dalamnya terdiri dari 71% hidrogen serta 27% helium. Sedangkan untuk sisanya adalah unsur yang lebih berat dari unsur tersebut, dan unsur ini akan terus menerus bertambah di tempat terbentuknya bintang, yaitu awan molekul.

Oleh karena itu, unsur bintang bisa digunakan untuk meneliti usia bintang. Tidak hanya usia, unsur ini juga bisa digunakan untuk mengetahui informasi mengenai sistem planet pada bintang tersebut.

  1. Struktur Inti

Inti yang terdapat pada bintang selalu tersusun secara seimbang dan hidrostatis. Keseimbangan ini terjadi karena adanya tekanan yang terdapat dari dalam ke luar bintang dan diimbang dengan gaya gravitasi yang menarik bintang dari bagian luar ke dalam.

Struktur pada inti bintang ini tidak hanya harus hidrostatis. Namun, juga harus mempunyai keseimbangan pada suhu atau termal.

  1. Suhu pada Bintang

Energi yang terdapat di inti bintang, menentukan besar kecilnya suhu yang berada di permukaan bintang. Suhu ini bisa diukur atau dilakukan perkiraan dengan melakukan analisis pada indeks warna atau yang bisa disebut dengan spektrum bintang.

Suhu bintang ini biasanya sangat tinggi, dan berbeda pada masing-masing bintang. Bintang-bintang dengan ukuran besar misalnya, mempunyai suhu hingga 50.000o celcius.

  1. Usia Bintang

Seperti penjelasan sebelumnya, usia pada bintang bisa diukur atau diperkirakan dari massa bintang. Bintang dengan massa yang besar, biasanya umurnya masih muda. Bintang-bintang yang dijumpai saat ini mempunyai rentang usia dari 1 hingga 10 milyar tahun.

Namun, ada juga bintang yang mempunyai rentang usia sedikit lebih tua, maupun bintang dengan rentang usia yang sedikit lebih muda. Walaupun ini tidak terlalu banyak dijumpai.

  1. Kinematika Bintang

Kinematika ini merupakan cara mengamati bintang menurut arah kecepatan radialnya, untuk melihat apakah bintang ini bergerak menjauh atau justru menuju matahari. Tidak hanya itu, kinematika juga digunakan untuk mengetahui pergeseran bintang ini secara melintang.

Berdasarkan data tersebut, astronom bisa mengetahui asal mula terbentuknya bintang serta umurnya. Tidak hanya itu, data ini juga bisa digunakan untuk melihat struktur dan evolusi bintang maupun galaksi di sekitar bintang tersebut.

  1. Rotasi Bintang

Rotasi yang terjadi pada bintang bisa diukur dengan menggunakan spektroskopi, yaitu alat yang dipakai untuk mengetahui apakah bintang melakukan rotasi dengan cepat atau tidak. Ini juga bisa juga digunakan untuk mengamati laju rotasi pada bintang.

Bintang dengan usia yang lebih tua, biasanya mempunyai rotasi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan bintang yang mempunyai usia lebih tua. Medan magnet dan angin pada bintang berpengaruh pada kecepatan rotasi ini.

Sampai disini, sudah paham bukan terkait apa itu bintang dan apa saja ciri-cirinya.Jangan terkejut ya, kalau ternyata bintang kecil yang biasa terlihat di malam hari ternyata lebih besar dari matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *